Kembang ranum digulum dingin.
Kembang rupa warna diterpa malu-malu cahaya.
Semalu sinar bola matamu.
Suatu pagi sempatkanlah kaudatangi taman itu.
Kauakan melihat apa yang aku lihat padamu.
Lihatlah bagaimana embun
menyunting setiap kelopak kembang.
Bagaimana ranumnya wangi tersemai.
Aku menamaimu kembang pagi,
merintang rindu meminang resah.
Aku menamaimu kembang bagi,
karena sinar malu-malu di bola matamu.
M. BAKHHAMI: PONDKREA TJ_Kubang Tungkek, 29072016
