SISA DAPUR | PUISI M. BAKHHAMI


Sayang, hujan turun lebat sekali, apa kaukedinginan?
Di rumah kita hanya tersisa lima biji
terung kecil-kecil yang sudah mulai lisut.
Minyak goreng yang kurasa hanya cukup untuk sekali goreng lagi.
Sayang, bawang juga tinggal beberapa biji lagi.
Kalau tak salah hitung sepuluh siung kecil-kecil.
Sayang, barusan aku telah menghabiskan sisa roti semalam.
Keping demi kepingnya selalu kuingat katamu saat membelinya,
“Ini roti enak, sudah lama ingin aku membelikanmu roti ini.”
Hujan di luar lebat sekali, untung kemarin sempat
kubeli setengah cabe muda dan seperempat rawit.
Setidaknya bisa menghangatkan tubuh kita
yang akan digigit dingin beberapa hari ke depan.
Tadi pagi sudah kugiling semua dan kucampur menggorengnya.

Sayang, nanti malam adalah terakhir kita makan dengan lauk.
Setelahnya kita lumuri saja nasi dengan sambal lado hijau.
Sambal lado hijau kita cukup banyak,
dan akan tahan seminggu jika kaumau berhemat
manaikkannya ke atas piring,
setidaknya lebih banyak dari persedian beras kita
yang mungkin cukup untuk tiga hari lagi.
Sayang, hujan di luar begitu lebat,
sementara di rumah kita hanya tersisa lima biji terung
dan sepuluh suing bawang yang bisa kita goreng
dengan minyak hanya cukup untuk sekali goreng.

PONDKREA.TJ_Dadok-Padang, 27 Januari 2017