; Uni Tsabita
Perempuan tak boleh cengeng ya, Un.
Air matamu adalah berlian yang tak boleh
sembang kauletakkan, Un.
Jika ada kepedihan, eja dan eja saja hingga kaubaca bahagia.
Tak ada luka yang benar-benar menyakitimu berlarut-larut.
Dia hanya menetap sesaat setelah itu akan seperti biasa.
Perempuan tak boleh cengeng ya, Un.
Cukup air matamu jatuh saat hujan turun, cukup begitu saja
dan kembalilah tersenyum dan tertawa seperti biasa. Seperti Maruko
yang selalu bernyanyi dan bernyanyi ya, Un.
Luka akan seperti es krim, Uni.
Es krim yang selalu kau rengekkan saat uang ayah tak ada.
Dia akan meleleh digenggaman saat kaulengah untuk menjilatnya.
M.Bakhhami - Ketapang Indah, 20062020;749
