Seperti getar dadaku saat kauabaikan.
Nyeri ngilu suam kuku.
Seperti detak jantung yang akan berhenti.
Seperti nafas tertahan saat kaumenatapku marah.
Melebihi meriang yang belakangan
sudah sesekali mendatangimu.
Ini pertanda apa?
Apakah kegelisahanku terbaca olehmu?
Atau kausedang cemburu dengan masa laluku?
Sudahlah, mari kita nikmati kegugupan yang membuat demam ini.
Kegugupan beberapa purnama lagi akan kita aduk menjadi ijab-kabul.
Aku menjadi kamu yang menikam ulu hatiku.
M. BAKHHAMI: PONDKREA TJ_Kubang Tungkek, 27072016